Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengilhami diri sendiri. Pendidikan bukanlah sesuatu yang kita dapatkan tanpa didasari arah dan tujuan dari diri sendiri. Dengan tujuan yang baik dan arah yang tepat, pendidikan akan mengawali hidup seseorang untuk menentukan masa depannya. Dalam sebuah proses pendidikan selalu dibutuhkan dua peranan sebagai tokoh – tokoh yang saling berkesinambungan. Dalam menjalani proses pendidikan, dibutuhkan tenaga pengajar sebagai pedoman yang baik, dan dibutuhkan pula para murid – murid yang senantiasa menerima arahan demi pencapaian proses pendidikan. Kedua peranan tersebut layaknya simbiosis mutualisme. Mereka saling memberi dan menguntungkan satu sama lain. Jika murid menerima keuntungannya dengan memperoleh ilmu pengetahuan , maka guru akan menerima keuntungannya karena selalu belajar dari apa yang beliau miliki dan selalu menjadi pahlawan tanpa tanda jasa untuk keberhasilan murid – muridnya. Jangan menganggap guru adalah sebuah profesi. Menjadi seorang guru adalah tugas yang mulia. Seorang guru memiliki tugas mengajar dan membekali ilmu untuk anak didiknya. Kesabaran dan kemuliaan hati seorang guru akan menjadi nilai terbaik untuk beliau di mata murid muridnya.
Sebagai mahluk sosial,
Tentunya kita pernah mengenal sosok guru. Masa – masa di bangku sekolah selama
kurang lebih 12 tahun telah mengajak kita bertemu dengan bermacam – macam
karakter guru yang berbeda. Mungkin akan terlintas di benak anda sifat guru
yang terkesan antagonis dan hobi memberi sanksi untuk siswa yang datang
terlambat atau justru sebaliknya, guru yang penyayang, lembut, dan “dingin”
menghadapi muridnya seringkali menjadi guru favorit di sekolah. Namun, apapun
karakter guru yang pernah kita kenal, sesungguhnya di hati kecil ini kita akan
merindukan sosok guru yang pernah kita anggap “fenomenal”.
Apakah anda pernah
memikirkan sisi lain seorang guru selain sifat beliau yang sering menjadi opini
anda? Hilangkan opini – opini apapun tentang guru dan coba pikirkan satu hal
dari diri beliau. Jika mungkin anda pernah memikirkan, kenapa ibu A selalu
menghukum saya jika saya terlambat? Kenapa Bapak B selalu marah besar ketika
ulangan kami tidak memuaskan? Dan masih banyak pertanyaan yang selalu
terpikirkan untuk mendeskripsikan apapun tentang guru. Tetapi, apakah anda
pernah menilai kebaikan seorang guru? Percayalah, tidak ada istilah yang
menggambarkan kejahatan seorang guru. Mari kita renungkan sebuah pendapat dari
William Arthur Ward, seorang penulis dan motivator asal Amerika Serikat. Beliau
pernah merumuskan kebaikan guru dalam 4 hal : Guru biasa memberitahukan, guru baik menjelaskan, guru ulung memeragakan, guru hebat
mengilhami. Jika kita analisis seluruhnya, mengapa guru biasa memberitahukan?
Setiap hari guru datang ke sekolah untuk membagi ilmunya kepada anak didiknya.
Hal yang sama selalu dilakukan selama masa pengabdiannya. Guru tidak hanya
terus mengajar. Beliau juga belajar dari berbagai sumber dan pengalaman. Seperti
yang dilakukan Bapak Joris Lilimau, seorang guru yang
mendedikasikan pengabdiannya kepada anak – anak di suku Huaulu, Maluku Tengah.
Suku Huaulu awalnya tidak mengenal baca, tulis, dan berhitung. Anak – anak
disana hanya diajarkan untuk berburu dan berladang. Tidak ada satu pun guru
yang mengajar disana. Meskipun pernah ada, tidak pernah bertahan lama. Sejak
tahun 2008, Bapak Joris Lilimau mendirikan gubuk kayu untuk kegiatan belajar
mengajar. Hingga tahun 2010, beliau mampu mendirikan bangunan kecil sebagai
tempat barunya mengajar. Berdasarkan pengalamannya, beliau pernah menjadi
nominasi liputan 6 awards tahun 2011. Ini hanya sebagian kecil contoh dari
kemuliaan seorang guru. Karena kebiasaannya mengajar, seorang guru menjadi
begitu piawai menjelaskan. Guru selalu memiliki cara tersendiri untuk
menyampaikan materi kepada muridnya agar lebih mudah dipahami. Setiap cara yang
beliau ciptakan, akan memudahkan guru mahir mendeskripsikan cara mengajarnya.
Guru sangat memahami diri anak didiknya. Guru mudah beradaptasi dengan berbagai
keadaan muridnya. Beliau sangat menghargai perbedaan dan menjadikan perbedaan
itu sebagai modal untuk menumbuhkan tali persaudaraan di hati murid – muridnya.
Cobalah kita pahami, jika guru mampu menghargai perbedaan kita untuk sebuah
keberhasilan bersama. Apakah di luar sana guru selalu mampu melakukan hal
sedemikian? Guru bekerja professional, guru mengajar karena ketulusan. Apapun
yang beliau lakukan untuk kita, yakinlah bahwa guru selalu bertanggung jawab
untuk membantu menciptakan generasi muda yang luar biasa. Seperti kutipan Thomas Groome, salah satu tanda seorang pendidik yang hebat
adalah kemampuan memimpin murid-murid menjelajahi tempat-tempat baru yang bahkan belum pernah didatangi sang pendidik.
Guru yang baik adalah guru yang mampu membawa muridnya menuju kesuksesan,
beliau mampu mendidik muridnya dengan caranya sendiri sehingga semua orang
menatapnya luar biasa karena hasil kerja kerasnya. Guru yang baik bukan
berdasarkan sifat lembutnya. Karena pada dasarnya, semua guru adalah mulia.
Jasanya akan selalu dikenang orang –
orang yang mengenalnya. Meskipun tanpa tanda jasa, beliau mampu melakukan
perubahan besar untuk Bangsa. Setiap kata – kata yang diucapkan guru, mari kita
cermati semua nasihatnya. Beliau selalu menjadi motivator handal di kelas,
berbagi kisah dan pengalaman, begitu sabar mendidik kita sebagai murid – murid
yang dicintainya.
Jika anda pernah
berpikiran buruk tentang guru, cobalah memulai melakukan sesuatu dari
keikhlasan dan kesabaran anda. Lakukan apa yang pernah guru dedikasikan kepada
anda. Semua nasihat guru adalah doa. Tidak ada pahlawan luar biasa seperti
guru. Guru selalu ada di berbagai generasi dan selalu siap memberi apa yang
kita cari. Hormatilah gurumu, seperti Bangsa Indonesia menghormati pengabdian
pahlawan tanpa tanda jasa. Hari istimewamu 25 November, untukmu pejuang nyata
masa depan Bangsa. 2 Mei, untuk kemajuan masa depan Bangsa Indonesia!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar