Senin, 23 September 2013

Pejuang Kebaikan Bangsa


Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengilhami diri sendiri. Pendidikan bukanlah sesuatu yang kita dapatkan tanpa didasari arah dan tujuan dari diri sendiri. Dengan tujuan yang baik dan arah yang tepat, pendidikan akan mengawali hidup seseorang untuk menentukan masa depannya. Dalam sebuah proses pendidikan selalu dibutuhkan dua peranan sebagai tokoh – tokoh yang saling berkesinambungan. Dalam menjalani proses pendidikan, dibutuhkan tenaga pengajar sebagai pedoman yang baik, dan dibutuhkan pula para murid – murid yang senantiasa menerima arahan demi pencapaian proses pendidikan. Kedua peranan tersebut layaknya simbiosis mutualisme. Mereka saling memberi dan menguntungkan satu sama lain. Jika murid menerima keuntungannya dengan memperoleh ilmu pengetahuan , maka guru akan menerima keuntungannya karena selalu belajar dari apa yang beliau miliki dan selalu menjadi pahlawan tanpa tanda jasa untuk keberhasilan murid – muridnya. Jangan menganggap guru adalah sebuah profesi. Menjadi seorang guru adalah tugas yang mulia. Seorang guru memiliki tugas mengajar dan membekali ilmu untuk anak didiknya. Kesabaran dan kemuliaan hati seorang guru akan menjadi nilai terbaik untuk beliau di mata murid muridnya.
Sebagai mahluk sosial, Tentunya kita pernah mengenal sosok guru. Masa – masa di bangku sekolah selama kurang lebih 12 tahun telah mengajak kita bertemu dengan bermacam – macam karakter guru yang berbeda. Mungkin akan terlintas di benak anda sifat guru yang terkesan antagonis dan hobi memberi sanksi untuk siswa yang datang terlambat atau justru sebaliknya, guru yang penyayang, lembut, dan “dingin” menghadapi muridnya seringkali menjadi guru favorit di sekolah. Namun, apapun karakter guru yang pernah kita kenal, sesungguhnya di hati kecil ini kita akan merindukan sosok guru yang pernah kita anggap “fenomenal”.
Apakah anda pernah memikirkan sisi lain seorang guru selain sifat beliau yang sering menjadi opini anda? Hilangkan opini – opini apapun tentang guru dan coba pikirkan satu hal dari diri beliau. Jika mungkin anda pernah memikirkan, kenapa ibu A selalu menghukum saya jika saya terlambat? Kenapa Bapak B selalu marah besar ketika ulangan kami tidak memuaskan? Dan masih banyak pertanyaan yang selalu terpikirkan untuk mendeskripsikan apapun tentang guru. Tetapi, apakah anda pernah menilai kebaikan seorang guru? Percayalah, tidak ada istilah yang menggambarkan kejahatan seorang guru. Mari kita renungkan sebuah pendapat dari William Arthur Ward, seorang penulis dan motivator asal Amerika Serikat. Beliau pernah merumuskan kebaikan guru dalam 4 hal : Guru biasa memberitahukan, guru baik menjelaskan, guru ulung memeragakan, guru hebat mengilhami. Jika kita analisis seluruhnya, mengapa guru biasa memberitahukan? Setiap hari guru datang ke sekolah untuk membagi ilmunya kepada anak didiknya. Hal yang sama selalu dilakukan selama masa pengabdiannya. Guru tidak hanya terus mengajar. Beliau juga belajar dari berbagai sumber dan pengalaman. Seperti yang dilakukan Bapak Joris Lilimau, seorang guru yang mendedikasikan pengabdiannya kepada anak – anak di suku Huaulu, Maluku Tengah. Suku Huaulu awalnya tidak mengenal baca, tulis, dan berhitung. Anak – anak disana hanya diajarkan untuk berburu dan berladang. Tidak ada satu pun guru yang mengajar disana. Meskipun pernah ada, tidak pernah bertahan lama. Sejak tahun 2008, Bapak Joris Lilimau mendirikan gubuk kayu untuk kegiatan belajar mengajar. Hingga tahun 2010, beliau mampu mendirikan bangunan kecil sebagai tempat barunya mengajar. Berdasarkan pengalamannya, beliau pernah menjadi nominasi liputan 6 awards tahun 2011. Ini hanya sebagian kecil contoh dari kemuliaan seorang guru. Karena kebiasaannya mengajar, seorang guru menjadi begitu piawai menjelaskan. Guru selalu memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan materi kepada muridnya agar lebih mudah dipahami. Setiap cara yang beliau ciptakan, akan memudahkan guru mahir mendeskripsikan cara mengajarnya. Guru sangat memahami diri anak didiknya. Guru mudah beradaptasi dengan berbagai keadaan muridnya. Beliau sangat menghargai perbedaan dan menjadikan perbedaan itu sebagai modal untuk menumbuhkan tali persaudaraan di hati murid – muridnya. Cobalah kita pahami, jika guru mampu menghargai perbedaan kita untuk sebuah keberhasilan bersama. Apakah di luar sana guru selalu mampu melakukan hal sedemikian? Guru bekerja professional, guru mengajar karena ketulusan. Apapun yang beliau lakukan untuk kita, yakinlah bahwa guru selalu bertanggung jawab untuk membantu menciptakan generasi muda yang luar biasa. Seperti kutipan Thomas Groome, salah satu tanda seorang pendidik yang hebat adalah kemampuan memimpin murid-murid menjelajahi tempat-tempat baru yang bahkan belum pernah didatangi sang pendidik. Guru yang baik adalah guru yang mampu membawa muridnya menuju kesuksesan, beliau mampu mendidik muridnya dengan caranya sendiri sehingga semua orang menatapnya luar biasa karena hasil kerja kerasnya. Guru yang baik bukan berdasarkan sifat lembutnya. Karena pada dasarnya, semua guru adalah mulia. Jasanya akan selalu dikenang  orang – orang yang mengenalnya. Meskipun tanpa tanda jasa, beliau mampu melakukan perubahan besar untuk Bangsa. Setiap kata – kata yang diucapkan guru, mari kita cermati semua nasihatnya. Beliau selalu menjadi motivator handal di kelas, berbagi kisah dan pengalaman, begitu sabar mendidik kita sebagai murid – murid yang dicintainya.
Jika anda pernah berpikiran buruk tentang guru, cobalah memulai melakukan sesuatu dari keikhlasan dan kesabaran anda. Lakukan apa yang pernah guru dedikasikan kepada anda. Semua nasihat guru adalah doa. Tidak ada pahlawan luar biasa seperti guru. Guru selalu ada di berbagai generasi dan selalu siap memberi apa yang kita cari. Hormatilah gurumu, seperti Bangsa Indonesia menghormati pengabdian pahlawan tanpa tanda jasa. Hari istimewamu 25 November, untukmu pejuang nyata masa depan Bangsa. 2 Mei, untuk kemajuan masa depan Bangsa Indonesia!

Tidak ada komentar: