Diary,
Bagaimana kabarmu hari ini ? Dimana pun engkau berada, aku harap kamu masih menyimpan kisah tentang lelaki separuh jiwa. Ingatkah engkau kepada sang lelaki separuh jiwa? Sosok lelaki yang sering aku ceritakan padamu, lelaki sederhana yang tidak bernilai rupanya, namun dia berhasil membuatku jatuh hati padanya.
Do you know, my beloved diary? Aku kehilangan lelaki separuh jiwa sekitar dua tahun yang lalu. Seluruh badan ini terasa remuk bersama pilunya sukma, dan jiwa ini begitu terguncang menyaksikkan kepergiannya yang begitu cepat. Berulang kali aku menyalahkan diriku sendiri, aku gagal menjadi malaikat cinta di hati seorang lelaki yang telah menjadi separuh jiwaku.
Kamu ingat ceritaku, diary ? dia bukan lelaki seperti yang aku harapkan, dan mungkin bukan sosok laki - laki idaman wanita surga dunia. dia hanya lelaki sederhana, yang hanya mampu mengajakku melihat dunianya. Dia bukan orang yang rupawan wajahnya atau mapan hartanya, dia benar - benar sederhana, sangat sederhana !
Diary, Aku selalu mengingat kata - katanya yang lembut namun mampu menusuk relung hati dan pikiranku. Dia berhasil menjadikan diriku apa adanya seperti apa adanya dirinya padaku, mengajarkanku lebih terbuka terhadap takdir Allah yang sudah Allah gariskan aku dan bagaimana aku harus mampu menjalaninya. Lelaki separuh jiwa berhasil mendidikku, menjadikan aku wanita yang bernilai. Aku tidak pernah lupa dengan kata - kata penyemangat yang dia kirimkan setiap pagi ke telepon genggamku. " Every day you must have spirit", begitu ucapnya.
Kini aku merasa ada yang berubah sepeninggal dirinya, diary. Aku seperti tidak melihat siapa diriku lagi. Aku merindukan sosok hangatnya disampingku, dan kembali mengajakku menatap bintang dan menaruh mimpi setinggi bintang di angkasa.
"Aku selalu mencoba tetap menjadi diriku sendiri, walau tanpa kau disisiku lagi. Aku tahu, kita harus melalui apa yang seharusnya kita lalui dan jangan pernah lari dari takdir yang telah Allah kehendaki."
Jumat, 23 Januari 2015
My beloved Diary
Dear Diary,
Diary hijauku sayang, mungkin lembaran tulisanku di sisimu telah hilang bersama kenangan yang kau simpan agar selalu terbungkam dan tidak ada orang yang tahu. Kau hanya diam menyaksikkan air mata dan senyum terindah yang pernah aku goreskan di lembaran badanmu. Dimanakah kau sekarang? mungkinkah kita dapat bertemu lagi? Aku sangat merindukan engkau, diary hijauku sayang, entah dimana engkau berada bersama lembaran lembaran kenangan yang tidak mampu aku ingat lagi. Aku tahu, kamu menyimpan rahasia besar tentangku. Maaf, aku gagal menjagamu.
Diary, dua tahun sudah kita berpisah. Aku sudah mencoba untuk menemukanmu di setiap sudut yang mungkin jadi tempat persembunyianmu. Namun engkau tetap menghilang tanpa mengisyaratkan jejak sedikitpun untukku. Dimanakah engkau sekarang ?
Diary hijauku sayang, mungkin lembaran tulisanku di sisimu telah hilang bersama kenangan yang kau simpan agar selalu terbungkam dan tidak ada orang yang tahu. Kau hanya diam menyaksikkan air mata dan senyum terindah yang pernah aku goreskan di lembaran badanmu. Dimanakah kau sekarang? mungkinkah kita dapat bertemu lagi? Aku sangat merindukan engkau, diary hijauku sayang, entah dimana engkau berada bersama lembaran lembaran kenangan yang tidak mampu aku ingat lagi. Aku tahu, kamu menyimpan rahasia besar tentangku. Maaf, aku gagal menjagamu.
Diary, dua tahun sudah kita berpisah. Aku sudah mencoba untuk menemukanmu di setiap sudut yang mungkin jadi tempat persembunyianmu. Namun engkau tetap menghilang tanpa mengisyaratkan jejak sedikitpun untukku. Dimanakah engkau sekarang ?
Langganan:
Komentar (Atom)