Dear Diary,
Diary hijauku sayang, mungkin lembaran tulisanku di sisimu telah hilang bersama kenangan yang kau simpan agar selalu terbungkam dan tidak ada orang yang tahu. Kau hanya diam menyaksikkan air mata dan senyum terindah yang pernah aku goreskan di lembaran badanmu. Dimanakah kau sekarang? mungkinkah kita dapat bertemu lagi? Aku sangat merindukan engkau, diary hijauku sayang, entah dimana engkau berada bersama lembaran lembaran kenangan yang tidak mampu aku ingat lagi. Aku tahu, kamu menyimpan rahasia besar tentangku. Maaf, aku gagal menjagamu.
Diary, dua tahun sudah kita berpisah. Aku sudah mencoba untuk menemukanmu di setiap sudut yang mungkin jadi tempat persembunyianmu. Namun engkau tetap menghilang tanpa mengisyaratkan jejak sedikitpun untukku. Dimanakah engkau sekarang ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar