Senin, 15 Agustus 2016

Bride To Be : Ketika Memutuskan Untuk Menikah


Halo Semua.....

Hmm... udah lama saya ga nulis di blog ini, sekalinya nulis udah muncul kata - kata "bride to be" haha :D tapi ini beneran loh, so mohon doa teman - teman semua ya !

Sebelumnya blog ini berisi curhatan ga penting saya, atau sekedar puisi - puisi lama yang pernah saya posting di salah satu media online kemudian saya repost disini. Kalau saya baca lagi dari bawah semua kegalauan dari jaman jadul sampe mantan terakhir #ehh saya jadi ketawa sendiri haha, tapi memang benar kalau waktu cepat berlalu hingga sekarang saya sudah menemukan laki - laki yang saya pilih untuk menjadi imam saya kelak. Semoga hubungan ini selalu diberkahi kasih sayang Allah, dan apa yang kami rencanakan akan segera terwujud. Amin Ya Rab....

Sekarang saya dan mamas sudah memutuskan akan menikah tahun depan, alias tahun 2017 *jrengjrengjreng*

Setelah si mas minta restu ke orang tua saya dan Alhamdulillah langsung di acc, saya mulai hunting gedung - gedung pernikahan, catering, dan vendor lainnya. Saya dan si mas prinsipnya sama, kami ga perlu menikah super duper mewah sampai merepotkan banyak pihak, karena menikah itu bukan sekedar gimana bikin pesta dua jam, tapi gimana kita hidup bahagia dan berkecukupan kedepannya. Ada beberapa motto hidup yang saya jadikan prinsip utama untuk bekal saya menikah nanti, apa aja prinsip tersebut ? mari kita cek

1. Restu Keluarga
Yup ! poin ini sangat penting, karena bagaimanapun restu orang tua adalah doa yang tidak ternilai.Mungkin teman - teman disini pernah mengalami moment dimana pasangan kita tidak direstui keluarga kita, saya pun pernah mengalami hal tersebut, malah kalau saya ingat lagi, sepertinya saya lebih banyak nggak dapet restu dari pada direstuin haha.... tapi jangan putus asa ya, percaya aja kalau kita udah yakin segalanya pasti diberi kelancaran. Alhamdulillah, hubungan saya dan si mas didukung keluarga, karena restu dan keikhlasan keluarga saya semakin termotivasi untuk membina hubungan yang lebih baik lagi.

2. Menikah Sesuai Budget
Seperti yang saya bilang di atas, saya dan si mas ga perlu pesta mewah, karena kalau ngikutin gengsi, pesta sebesar apapun ga akan ada artinya. Saya punya mimpi pengen akad nikah saja di masjid yang bagus atau tema outdoor view gunung dengan dresscode serba putih. sakral banget kan? Tapi gimana ya... karena menikah itu menyatukan dua keluarga, dan papa saya temennya buanyaakkk banget, jadi lah tetep bikin pesta resepsi. saya berharap biaya all in pernikahan saya nanti ga tembus 100 jetii, tapi agak sulit juga kalau mau bikin resepsi di gedung tapi budget under 50 jt. kenapa ga di rumah ? rumah saya ga besar, dan papa saya ga  mau ganggu tetangga untuk moment sekali seumur hidup ini. terus vendor apa yg sesuai budget ? nanti saya bahas ya!

3. Jujur sama pasangan tentang kondisi ekonomi masing - masing
Dengan tau batas kemampuan kita, kita bisa tentuin budget nikahan kita nanti. sebenarnya ga cuma budget menikah ya, tapi juga kita bisa membayangkan bagaimana manage ekonomi keluarga setelah menikah nanti. Inget loh, masalah duit selalu sensitif !

4. Jujur dalam banyak hal. Kenalin Pasangan kita luar dan dalam, ga cuma sekedar kemampuan ekonomi mereka
Ada beberapa teman yang curhat ke saya, kalau pasangannya berubah 180 derajat setelah menikah.. Hmmm... memang sih akan ada banyak hal yang berubah setelah menikah, tapi jangan sampai perubahan tersebut menghancurkan suasana rumah tangga yang baru dibangun. Saat memutuskan akan menikah keadaan kita, tentunya kita harus siap menerima semua kekurangannya.

5. Menyambut Kehidupan Setelah Menikah dengan penuh rasa syukur
Prinsip ini sekaligus pertanyaan buat saya, seperti : setelah nikah mau ngapain ? udah punya rumah belum ? mau langsung punya anak ga? heheheAlhamdulillah, saya dan si mas belum punya istana sendiri, loh kok Alhamdulillah ? iya saya tetep Alhamdulillah aja.. karena saya yakin setelah melengkapi separuh agama dengan menikah, maka Allah akan memberikan kami rejeki lainnya. Saya ingat pesan papa saya, jangan takut menikah sekalipun belum ada rumah, jangan takut menikah meskipun kamu belum mapan. Yes ! saya terapkan itu di hati saya. Saya bersyukur dengan keadaan saya dan keadaan si mas, dan saya ikhlas memulai semua dari nol. Selama kami berada di garis yang lurus, saling setia, saling menghargai, dan mau berikhtiar, maka saya yakin Allah akan menuntun kami ke takdir yang indah.

6. Menikah tidak hanya untuk ibadah, tapi juga untuk berkarya
Yeyyyy ! ini prinsip terakhir saya sekaligus impian saya setelah menikah nanti. Saya pengen banget setelah menikah nanti akan ada banyak hal yang bisa saya lakukan bersama. Misalnya : punya bisnis sendiri. Sebagai perempuan, cari duit ga harus ke kantor dan 8 jam kerja, saya ingin jadi perempuan yang kreatif dan menghasilkan duit. Pengennya tuh kalau udah punya anak ga kerja di kantor seharian lagi. kebetulan saya seneng masak dan bikin cookies, semoga aja setelah menikah nanti saya bisa punya usaha home pastry...dan semoga juga diijinin sama si mas.

Prinsip setiap orang beda - beda, tulisan di atas cuma sekedar pendapat saya pribadi.
Kalau ada pendapat yang tidak berkenan, jangan marah lohh yaa :p
Di post berikutnya saya akan bahas review vendor - vendor. Just wait and see ya!


Cheers


Elvira

Tidak ada komentar: