Halo Semua.....
Hmm... udah lama saya ga nulis di blog ini, sekalinya nulis udah muncul kata - kata "bride to be" haha :D tapi ini beneran loh, so mohon doa teman - teman semua ya !
Sebelumnya blog ini berisi
curhatan ga penting saya, atau sekedar puisi - puisi lama yang pernah saya
posting di salah satu media online kemudian saya repost disini. Kalau saya baca
lagi dari bawah semua kegalauan dari jaman jadul sampe mantan terakhir #ehh
saya jadi ketawa sendiri haha, tapi memang benar kalau waktu cepat berlalu
hingga sekarang saya sudah menemukan laki - laki yang saya pilih untuk menjadi
imam saya kelak. Semoga hubungan ini selalu diberkahi kasih sayang Allah, dan
apa yang kami rencanakan akan segera terwujud. Amin Ya Rab....
Sekarang saya dan mamas sudah
memutuskan akan menikah tahun depan, alias tahun 2017 *jrengjrengjreng*
Setelah si mas minta restu ke
orang tua saya dan Alhamdulillah langsung di acc, saya mulai hunting gedung -
gedung pernikahan, catering, dan vendor lainnya. Saya dan si mas prinsipnya
sama, kami ga perlu menikah super duper mewah sampai merepotkan banyak pihak,
karena menikah itu bukan sekedar gimana bikin pesta dua jam, tapi gimana kita
hidup bahagia dan berkecukupan kedepannya. Ada beberapa motto hidup yang saya
jadikan prinsip utama untuk bekal saya menikah nanti, apa aja prinsip tersebut
? mari kita cek
1. Restu Keluarga
Yup ! poin ini sangat
penting, karena bagaimanapun restu orang tua adalah doa yang tidak
ternilai.Mungkin teman - teman disini pernah mengalami moment dimana pasangan
kita tidak direstui keluarga kita, saya pun pernah mengalami hal tersebut,
malah kalau saya ingat lagi, sepertinya saya lebih banyak nggak dapet restu
dari pada direstuin haha.... tapi jangan putus asa ya, percaya aja kalau kita
udah yakin segalanya pasti diberi kelancaran. Alhamdulillah, hubungan saya dan
si mas didukung keluarga, karena restu dan keikhlasan keluarga saya semakin
termotivasi untuk membina hubungan yang lebih baik lagi.
2. Menikah Sesuai Budget
Seperti yang saya bilang di
atas, saya dan si mas ga perlu pesta mewah, karena kalau ngikutin gengsi, pesta
sebesar apapun ga akan ada artinya. Saya punya mimpi pengen akad nikah saja di
masjid yang bagus atau tema outdoor view gunung dengan dresscode serba putih.
sakral banget kan? Tapi gimana ya... karena menikah itu menyatukan dua
keluarga, dan papa saya temennya buanyaakkk banget, jadi lah tetep bikin pesta
resepsi. saya berharap biaya all in pernikahan saya nanti ga tembus 100 jetii,
tapi agak sulit juga kalau mau bikin resepsi di gedung tapi budget under 50 jt.
kenapa ga di rumah ? rumah saya ga besar, dan papa saya ga mau ganggu tetangga untuk moment sekali
seumur hidup ini. terus vendor apa yg sesuai budget ? nanti saya bahas ya!
3. Jujur sama pasangan
tentang kondisi ekonomi masing - masing
Dengan tau batas kemampuan
kita, kita bisa tentuin budget nikahan kita nanti. sebenarnya ga cuma budget
menikah ya, tapi juga kita bisa membayangkan bagaimana manage ekonomi keluarga
setelah menikah nanti. Inget loh, masalah duit selalu sensitif !
4. Jujur dalam banyak hal.
Kenalin Pasangan kita luar dan dalam, ga cuma sekedar kemampuan ekonomi mereka
Ada beberapa teman yang
curhat ke saya, kalau pasangannya berubah 180 derajat setelah menikah.. Hmmm...
memang sih akan ada banyak hal yang berubah setelah menikah, tapi jangan sampai
perubahan tersebut menghancurkan suasana rumah tangga yang baru dibangun. Saat
memutuskan akan menikah keadaan kita, tentunya kita harus siap menerima semua
kekurangannya.
5. Menyambut Kehidupan
Setelah Menikah dengan penuh rasa syukur
Prinsip ini sekaligus
pertanyaan buat saya, seperti : setelah nikah mau ngapain ? udah punya rumah
belum ? mau langsung punya anak ga? heheheAlhamdulillah, saya dan si mas belum
punya istana sendiri, loh kok Alhamdulillah ? iya saya tetep Alhamdulillah
aja.. karena saya yakin setelah melengkapi separuh agama dengan menikah, maka
Allah akan memberikan kami rejeki lainnya. Saya ingat pesan papa saya, jangan
takut menikah sekalipun belum ada rumah, jangan takut menikah meskipun kamu
belum mapan. Yes ! saya terapkan itu di hati saya. Saya bersyukur dengan
keadaan saya dan keadaan si mas, dan saya ikhlas memulai semua dari nol. Selama
kami berada di garis yang lurus, saling setia, saling menghargai, dan mau
berikhtiar, maka saya yakin Allah akan menuntun kami ke takdir yang indah.
6. Menikah tidak hanya untuk
ibadah, tapi juga untuk berkarya
Yeyyyy ! ini prinsip terakhir
saya sekaligus impian saya setelah menikah nanti. Saya pengen banget setelah
menikah nanti akan ada banyak hal yang bisa saya lakukan bersama. Misalnya :
punya bisnis sendiri. Sebagai perempuan, cari duit ga harus ke kantor dan 8 jam
kerja, saya ingin jadi perempuan yang kreatif dan menghasilkan duit. Pengennya
tuh kalau udah punya anak ga kerja di kantor seharian lagi. kebetulan saya
seneng masak dan bikin cookies, semoga aja setelah menikah nanti saya bisa
punya usaha home pastry...dan semoga juga diijinin sama si mas.
Prinsip setiap orang beda -
beda, tulisan di atas cuma sekedar pendapat saya pribadi.
Kalau ada pendapat yang tidak
berkenan, jangan marah lohh yaa :p
Di post berikutnya saya akan
bahas review vendor - vendor. Just wait and see ya!
Cheers
Elvira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar